Kamis, 02 Desember 2010

Asal Lokasi Tepat, Pusat Layanan Bisnis Menguntungkan

Konsep business service center alias pusat layanan bisnis, terus berkembang di wilayah perkotaan. Maklum, kebutuhan akan pusat layanan bisnis terus bertambah seiring perkembangan kegiatan usaha di kota besar.
Peluang bisnis ini dimanfaatkan oleh PT Cyberworld Network Indonesia (CNI). Mereka menggarap waralaba Bizxpress, pusat layanan bisnis, sejak 2010 ini.
Erwin Ignatius, Kepala Marketing & Internal Support CNI yakin, usaha pusat layanan bisnis masih menyimpan prospek cerah di Indonseia. Perusahaan yang telah melokalisasi diri dari negeri asalnya, Korea Selatan, ini pun berusaha mengelola usaha itu secara modern.
Keunggulan yang diberikan Bizxpress adalah penyatuan 10 layanan dalam satu lokasi usaha. Layanan itu adalah fotokopy, printing, internet, jasa pengiriman barang, ticketing, desain grafis, stationery, virtual office, kafe, dan game online. "Kami juga punya Bizcafe dan Gamers Xtreme untuk melengkapi business service center," jelas Erwin.
CNI menyediakan tiga paket investasi. Nilainya masing-masing Rp 350 juta, Rp 720 juta, dan Rp 1,2 miliar. Dana tersebut termasuk franchise fee selama lima tahun yang besarannya masing-masing Rp 80 juta, Rp 100 juta, dan 120 juta, tergantung paket yang diambil mitra.
Segmen terbatas
Selain itu, dengan nilai investasi tersebut, mitra juga memperoleh peralatan lengkap dan pelatihan SDM. Menurut Erwin, SDM menjadi hal penting mengingat bisnis ini berbasis teknologi informasi. "Dunia IT cepat berubah dan kami selalu melakukan update software setiap enam bulan sekali," ujarnya.
Saat ini, Bizxpress sudah membuka empat gerai. Dua di antaranya milik mitra dan sisanya milik sendiri.
Supaya para mitra berhasil dalam usaha pusat layanan bisnis ini, Erwin bilang, lokasi sangat penting. Makanya, CNI senantiasa menekankan gerai Bizxpress harus terletak di kawasan padat penduduk.
Lokasi tempat usaha, sebaiknya, dekat dengan zona bisnis seperti perkantoran ataupun kampus, mempunyai areal parkir yang luas, dan minimal memiliki luas 120 meter persegi atau setara dengan ruko dua lantai.
Jika hal tersebut terpenuhi, menurut hitungan Erwin, mitra akan mampu memperoleh omzet minimal Rp 4,5 juta sampai Rp 6,5 juta per hari atau sebanyak Rp 135 juta hingga Rp 235 juta sebulan. Dengan pendapatan sebesar itu, modal mitra bisa kembali dalam waktu antara 20 bulan sampai 24 bulan.
Erwin menambahkan, kelebihan lain membuka Bizxpress adalah, mitra bisa mereguk omzet secara maksimal. Pasalnya, Bizxpress beroperasi selama 24 jam.
Tak hanya itu, jika memungkinkan, mitra juga dapat menambahkan jenis pelayanan di luar pelayanan yang disediakan oleh pusat. Ia mencontohkan, jika gerai tersebut berlokasi di bandara, mungkin saja pelayanan kendaraan antarjemput bisa jadi ladang selanjutnya. "Tapi, semua harus mendapatkan persetujuan dari pusat," ujarnya.
Khoerussalim Ikhsan, konsultan waralaba, melihat, usaha pusat layanan bisnis ini berkembang karena kebutuhan untuk jasa tersebut cukup besar. Namun, untuk dapat bertahan dari persaingan yang ketat, Bizxpress harus mempunyai kelebihan dibandingkan waralaba sejenis. "Kelebihan tersebut bukan sekedar menyediakan menu layanan yang banyak, tapi lebih pada keunikan bentuk yang coba ditonjolkan," katanya.
Lebih lanjut, Khoerussalim menyarankan agar calon investor yang akan mengambil waralaba ini tetap cermat memperhitungkan investasinya, serta menentukan lokasi yang strategis. Pasalnya, segmen konsumen usaha ini sejatinya cukup terbatas, yakni masyarakat perkotaan.

Sumber : Kontan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar