Tampilkan postingan dengan label Profil Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Sukses. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

Bila Pak Guru Berbisnis

Prihatin atas mutu lulusan SMK, guru SMK Negeri 4 Jakarta ini pun membuat alat peraga pendidikan sendiri. Belakangan, SMK-SMK dari berbagai kota memesannya. Maklum, harganya cuma setengah, bahkan sepertiga, dari produk serupa yang selama ini diimpor. 
 
Sebagai seorang guru, Agus Martoyo sangat berbeda dengan rekan sejawatnya. Tidak hanya kendaraan pribadinya — Mercedes-Benz Brabus C240 — tetapi juga inovasi dan jiwa bisnisnya. Semua itu berkat inisiatifnya membesut bisnis alat peraga pendidikan dengan bendera Citralab.

Minggu, 20 Februari 2011

Mantan Guru SMA Sukses Jadi Entrepreneur Kerajinan

Siapa bilang mantan guru sulit beralih jadi entrepreneur. Lihatlah Yahya Mustofa. Mantan guru SMP dan SMA di Kebumen ini sekarang sukses berbisnis kerajinan. Produknya bahkan telah diekspor oleh para trader ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Amerika Latin, Rusia dan negara-negara Eropa. 
Menariknya, jalan masuk Yahya ke bisnis ini juga ditemukan ketika ia masih menjadi guru. Lulusan Jurusan Manajemen Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1997) ini kerap mendampingi kelompok perajin kerajinan tangan di wilayahnya. “Saya melihat daerah sekitar saya banyak sumber daya alam yang melimpah. Apalagi di Pantai Selatan. Banyak pohon kelapa yang bisa dibuat coco fibre,” ungkap pria berusia 36 tahun ini. 


Rabu, 16 Februari 2011

Juragan Lintah Dengan Omzet Jutaan Rupiah

Lintah yang selama ini dianggap sebagai binatang menjijikkan, bahkan untuk sebagian orang malah menakutkan, ternyata telah mengantar Midin menjadi jutawan. Berikut ini akan dimuat tulisan tentang profil Midin beserta usahanya dalam tiga seri tulisan yang dikutip dari Kontan.co.id.

Midin Muhidin, juragan lintah beromzet jutaan rupiah ( 1 )

Menjijikkan tapi menguntungkan. Begitulah slogan Midin Muhidin, pengusaha dari Depok, Jawa Barat, dalam mengibarkan usaha lintahnya. Di tangannya, binatang pengisap darah ini justru membawa berkah dan rezeki. Baru setahun lebih usahanya berjalan, ia sudah bisa mengantongi omzet hingga Rp 120 juta per bulan.

Sebelum memulai bisnis lintah, Midin Muhidin adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan perakitan pompa minyak dan gas dengan jabatan documen controller and HSE safety. Bosan menyandang status karyawan kantoran dengan rutinitas jam kantor dan penghasilan pas-pasan selama tujuh tahun, ia pun memutuskan untuk berwiraswasta.

Selasa, 04 Januari 2011

Muda dan Kaya Raya,Pengusaha Ayam Potong, Asep Sulaiman Subanda

KAYA RAYA diusia muda? Bagi Asep Sulaiman Subanda, hal itu kini tak lagi menjadi sebuah impian. Diusianya yang baru menginjak angka 30 tahun, alumnus Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur ini sudah memiliki perusahaan dengan aset senilai Rp 70 miliar. Melalui bendera Santika Group, gurita bisnisnya pun mulai menjalar ke sejumlah sektor usaha. Mulai peternakan ayam, penyewaan kendaraan bermotor dan alat berat, perkebunan, hotel hingga agen perjalanan umroh dan haji. Saban tahun, omset perusahaan yang mampu menampung ratusan pekerja dan petani plasma ini, sudah mencapai ratusan miliar rupiah.
Bagi Asep, apa yang diraihnya saat ini sesungguhnya tak semudah yang dibayangkan banyak orang. Sebagai pengusaha, pria kelahiran desa Cidahu Subang ini, sudah sering menelan pil pahit lantaran usahanya merugi. Tapi berkat keuletan, kerja keras dan keyakinannya kepada sang Kholik, semua rintangan itu berhasil dia lalui. Asep mengatakan, kegagalan yang pernah dialaminya, justru menjadi pelajaran berharga untuk menapaki tangga kesuksesan. ”Saya pernah merugi hampir Rp 2,5 miliar akibat virus flu burung. Tapi alhamdulillah, dengan penanganan yang lebih baik kerugian itu bisa kembali dalam satu bulan,” katanya kepada Trust di kediamannya, Subang, Jawa Barat.

Sabtu, 25 Desember 2010

Berbisnis, Pilih Mitra dan Networking

Selain untuk urusan bisnis dan keluarga, Adji W Wardojo juga mengalokasikan waktunya untuk kegiatan sosial dan membangun networking, seperti bergabung dengan komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA).

"Saya melihat komunitas ini sekumpulan pengusaha yang memiliki integritas tinggi dan senang berbagi ilmu, memiliki misi dan visi sangat mulia, yaitu menebar rahmat yang memberikan manfaat untuk orang lain. Komunitas ini banyak membantu meningkatkan ilmu bisnis saya dan memperluas networking," ujarnya.

Selasa, 30 November 2010

Menyasar Segmen Pekerja, Sukses Lewat Dunia Maya

Bosan menjadi pekerja selama 15 tahun, Hikmanul Hakim memutuskan membuka usaha jualan busana muslim. Kegagalan di tahun pertama membuatnya lebih berani memasarkan produk secara online. Alhasil, bisnisnya sukses di dunia maya.
Menjelang Lebaran, busana muslim menjadi sangat laku. Rupanya, orang ingin merayakan kemenangan setelah berpuasa, sembari berkumpul dengan keluarga, memakai baju baru. Salah satu yang menikmati berkah di masa seperti sekarang adalah Hikmanul Hakim.
Meski hanya memiliki satu butik di ITC BSD, Hakiem – begitu ia biasa disapa – sukses berbisnis busana muslim secara online. Ia memasarkan 90% produknya lewat website dan situs jejaring sosial. Dalam sehari, ia meraup omzet Rp 7 juta sampai Rp 10 juta. Tapi, sejak sebulan terakhir, omzetnya bisa mencapai Rp 20 juta per hari.