Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Februari 2011

Tips Dalam Pemasaran Melalui Sosial Media

Di dunia pemasaran ada pendapat bahwa seseorang membeli suatu produk sebenarnya bukan karena produk itu sendiri, tetapi membeli siapa yang menawarkan. Memang ini kedengarannya ekstrem. Tapi coba dibayangkan, ada seorang sales datang ke rumah kita yang tidak kita kenal datang ke rumah kita, ia begitu menggebu-gebu menawarkan produknya. Sampai kita jengkel dibuatnya. Apakah Anda akan membeli produknya ?


Kemungkinan besar tidak bukan ? Tapi, ketika datang seorang yang Anda kenal, Anda menaruh simpati besar padanya, dan Anda percaya ucapannya, datang ke rumah Anda. Lalu, dia ceritakan bahwa sakit linu yang diderita selama ini sudah jauh berkurang akibat mengkonsumsi obat herbal merk tertentu. Lalu, dia menyarankan Anda, yang punya penyakit sama, untuk mengkonsumsinya juga. Apakah Anda akan menuruti sarannya ? Sebagian besar dari kita akan menuruti saran orang-orang yang kita percayai, yang berhasil menarik simpati kita dan yang telah berhubungan baik dengan kita.


Ilustrasi di atas merupakan contoh dahsyatnya pemasaran word of mouth. Menurut para pakar pemasaran, banyak perusahaan telah menghabiskan ratusan juta bahkan milyaran untuk biaya iklan dan PR, namun hasilnya dalam meraup pelanggan ternyata tidak terlalu memuaskan. Pelanggan-pelanggan baru maupun yang repeat order justru berasal dari referensi relasi mereka sendiri.

Minggu, 13 Februari 2011

Pemasaran Melalui Jejaring Sosial

Salah satu situs jejaring sosial yang paling digemari di Indonesia adalah Facebook. Konon, pada tahun ini, Indonesia menempati peringkat ke 7 dunia untuk kategori jumlah member, dengan jumlah pengguna sekitar 11,759,980. Salah satu faktor yang mendongkrak peningkatan jumlah pengguna Facebook adalah sebagian besar hand phone telah memiliki fitur untuk mengakses situs jejaring sosial tersebut.

Mengingat besarnya dan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna facebook di negeri ini, maka tak mengherankan jika banyak perusahaan mulai melirik situs ini untuk sarana berpromosi. Bukan hanya usaha kecil, perusahaan besar pun melakukannya, seperti toko buku Gramedia. Group Gramedia ini membentuk tim sosial media untuk menangani marketing melalui situs jejaring sosial. Dengan begitu, kita bisa melihat trend ke depan bahwa situs-situs jejaring sosial ini akan semakin menjadi sarana promosi yang kuat.

Selasa, 04 Januari 2011

Memenangkan Persaingan Dengan Segitiga Postioning Diferensiasi Brand

Di era explosion of choice, perusahaan-perusahaan harus mampu mengembangkan strategi pemasaran yang orisinal dan unik, jika tidak ingin gulung tikar. Oleh karena itu, diperlukan sebuah landasan strategi yang kokoh. Hermawan Kertajaya, pakar manajemen pemasaran yang telah diakui internasional, mengajukan konsep yang disebut strategi segitiga PDB ( positioning-diferensiasi-brand ).
Di dunia pemasaran ada asumsi bahwa persaingan memperebutkan pelanggan tidak dilakukan di pasar, tetapi di benak pelanggan. Karena itu, perusahaan harus mampu memposisikan merk, produk mau pun perusahaannya di benak pelanggannya. Positioning ini bak janji kepada pelanggan. Ia disebut juga sebagai reason for being bagi merk,produk mau pun perusahaan. Contoh, Nokia pernah membuat janji ( positioning ) Connecting people.

Rabu, 15 Desember 2010

63 Kasus Pemasaran Terkini Indonesia

Di era explosion of choice ini, perang merebut hati pelanggan tidak lagi dilakukan di lapangan, tetapi justru di benak pelanggan. Hal ini berangkat dari asumsi apa yang dipersepsikan oleh pelanggan tentang produk, merek atau perusahaan akan mempengaruhi keputusannya di saat menetapkan pilihan membeli sebuah produk. Artinya, sebaik apa pun sebuah produk dipersepsi oleh produsennya, tetapi jika konsumen memiliki persepsi negatif, maka produk tersebut kemungkinan besar ditolak oleh pasar.

Minggu, 05 Desember 2010

Brand Image

Brand Image ! Itulah kalimah sakti yang dipercaya sebagai jantung kehidupan sebuah corporat bisnis. Karena brand image lah mengapa Anda lebih memilih televise merk Sony daripada merk Panasonic. Karena brand image jua lah banyak orang memilih sepeda motor Honda daripada Yamaha, atau sebaliknya.
Coba tanyakan kepada mereka, mengapa mereka memilih merk tertentu dan tidak memilih merk lainnya ?  Jawabnya bisa bervariasi. Lebih awet, lebih kuat, lebih nyaman, harga jualnya tinggi kalau di jual lagi dan berbagai alasan lainnya. Lalu tanyakan sekali lagi kepada mereka, apakah mereka telah mengadakan survey atau meneliti kualitas produk yang mereka pilih ?  Jawabnya sebagian besar pasti menyatakan tidak. Lalu dapat darimana alasan mereka ? Dari teman, itulah jawaban yang bisa digunakan. Lalu tanya kepada teman yang memberi tahu alasan tersebut, jawabannya pasti sama, juga dari teman. Kalau kita teruskan lagi, kita akan dapati jawaban yang sama, dari teman !

Selasa, 30 November 2010

Connect ! Surfing New Wave Marketing

 Dunia marketing merupakan salah satu cabang ilmu yang terus mengalami perkembangan dengan pesat. Belakangan ini telah lahir pendekatan marketing yang baru. Pendekatan marketing yang bersifat vertikal harus diganti dengan pendekatan yang bersifat horizontal. Bahasa lain dari perubahan ini adalah transformasi dari era ‘Legacy’ ke ‘New Wave’.
PDB ( Positioning, Differentiation dan Branding ) yang pernah berjaya di tahun 2000-an ke bawah, yang vertikal dipandang sudah tidak lagi memadai. Harus dihorozontalkan menjadi Triple C. Positioning menjadi Clarification, Differentiation menjadi Codification, dan Branding menjadi Character.
Positioning yang merupakan pilar strategi di era Legacy Marketing saat ini dipandang tidak lagi cukup. Ia harus diklarifikasikan kepada konsumen. Pandangan ini muncul karena konsumen, di era New Wave ini, diasumsikan semakin pintar. Karena itu, terhadap Statement Positioning harus diberi Clarification supaya mudah dimengerti oleh konsumen.
Ketika Barack Obama mengambil Statement Positioning ‘Change Agent’ bagi masyarakat Amerika Serikat, dia juga mengklarifikasi ‘Change’ apa saja yang akan Dia lakukan. Konon ada sekitar 500 perubahan yang dijanjikannya jika terpilih menjadi presiden. Janji itu dikumdangkan selama musim kampanye Pilpres di Amerika Serikat.