Tampilkan postingan dengan label Artikel Enterpreuner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Enterpreuner. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

Know Can Do !

Tulisan ini disarikan dari buku Know Can Do. Buku ini ditulis oleh Dick Ruhe dan diberi pendahuluan oleh Ken Blancard, yang merupakan expert di bidang manajemen SDM.
Buku ini menjelaskan tentang strategi menerapkan pengetahuan ke dalam tindakan. Buku ini ditulis bermula dari keprihatinan penulisnya tentang terdapatnya jurang yang dalam antara pengetahuan yang telah diperoleh dengan langkah-langkah penerapannya. Begitu banyak jilid buku telah dibaca, beratus seminar telah diikuti, beragam kaset dan video telah diputar banyak orang, namun semua itu hanya berhenti sebagai pengetahuan yang segera terlupakan. Nyaris tidak ada perubahan perilaku.

Minggu, 05 Desember 2010

Dare to Try


We’ll never stop trying unless we have died.
All things that have happened to us are the result of our trial.

Jika kita perhatikan kalimat di atas, tampak bahwa keseluruhan hidup manusia adalah terdiri dari rangkaian mencoba dan mencoba. Mulai dari mencoba belajar berjalan, sampai dengan membangun keluarga adalah diawali dengan aktivitas mencoba. Bayangkan seandainya anak kecil tidak berani mencoba memulai belajar berjalan, anak-anak takut mencoba belajar membaca, remaja takut mencoba menjalin hubungan cinta, dan orang-orang dewasa takut mencoba survival. Apa jadinya ? Tentu tidak akan ada kehidupan.
Lalu apa jadinya jika ada individu tidak memiliki keberanian untuk melakukan percobaan-percobaan seperti itu ?  Tentulah, he has died. Kehidupan seperti itu adalah kehidupan yang mati alias hidup dalam kematian.
David Mc Clelland membuat kupasan yang menarik dari sisi psikologi tentang entrepreneur ini. Dalam bukunya The Achieving Society  ( 1961 ), ia menguraikan bahwa ‘dorongan untuk mencapai keberhasilan’ merupakan faktor determinan, tidak saja bagi keberhasilan individu, tapi juga bangsa dalam memperoleh kemajuan hidup. Artinya, berhasil tidaknya sebuah bangsa dalam melaksanakan pembangunan bergantung pada jumlah penduduk yang mempunyai ‘dorongan untuk berhasil’ need for achieving ini. Dorongan ini oleh David Mc Clelland dinamakan ‘virus N Ach’.

Kamis, 02 Desember 2010

Apakah Anda Seorang Entrepreneur ?

Ada dua pendapat mengenai entrepreneur di tengah masyarakat kebanyakan. Golongan pertama beranggapan bahwa pilihan menjadi entrepreneur adalah karena keterpaksaan. Seorang yang setelah melamar kerja ke sana kemari tetapi tidak ada satu pun perusahaan yang memanggilnya, maka ‘terjerumuslah’ ia menjadi wirausahawan. Golongan ini mengidentikkan pekerjaan wirausaha seperti pedagang kaki lima, industri rumah tangga atau usaha-usaha gurem lainnya yang tidak terlalu membutuhkan modal besar dan keahlian.
Sedangkan golongan ke dua beranggapan bahwa berwirausaha itu membutuhkan modal besar dan bakat entrepreneur  istimewa. Yang bisa menjadi seorang wirausahawan adalah mereka yang bermodal besar atau memiliki keahlian di bidang yang ditekuni. Jika salah satu dari kedua hal itu tidak dipenuhi, keinginan menjadi wirausawan hanyalah mimpi di siang bolong.

Senin, 29 November 2010

Naluri Sang Wirausahawan

Setiap aktivitas yang mempunyai nilai persaingan pasti membutuhkan naluri. Polisi memerlukan naluri supaya dapat ‘mencium’ rencana tindak kejahatan. Pelari cepat juga memerlukan naluri supaya dapat mengalahkan kompetitornya.
Begitu pula halnya dengan dunia wirausaha, para pelakunya dituntut memiliki naluri yang cukup tajam. Mengapa ? Karena seorang wirausahawan tidak hanya harus menghadapi para kompetitornya – sesama pengusaha. Mereka juga harus berkompetisi dengan situasi ekonomi makro, krisis moneter, bencana alam, pemogokan kerja, kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah. Dalam situasi demikian, seorang wirausahaan harus tabah dan penuh kecerdasan dalam menghadapi situasi tersebut.